Memahami rencana Yin Yue, Ling Mei memikirkan cara untuk membunuh Yin Yue dalam sekali serang. "Kesempatanku hanya sekali, setelah dia berhasil untuk menggunakan artefak teleportasi memindahkan makhluk itu dari sini, aku akan mengarahkan serangan terkuatku ke Yin Yue, dengan begitu aku bisa membunuhnya, sekaligus menghilangkan halangan menuju pintu lapisan ketiga. Aku harus segera memperkuat segel fragmen senjata iblis tersebut."

Ling Mei melangkah maju, pedangnya tergenggam kuat dengan dialiri qi, niatnya untuk menyerang binatang iblis

perlahan mendekati binatang iblis yang menjaga pintu formasi. Dalam hatinya, ia tetap waspada, tapi ia harus melakukan ini. Karena keterbatasan persepsinya di dunia kecil ini, ia tidak bisa memastikan ranah makhluk itu dari kejauhan. Namun, begitu ia semakin dekat dan bisa merasakan auranya, wajahnya langsung memucat.

"Demon Beast..."

Langkahnya terhenti seketika. Tubuhnya menegang, dan jantungnya berdetak lebih cepat. Makhluk di hadapannya bukan sesuatu yang bisa ia hadapi, bahkan dalam keadaan terbaiknya sekalipun. Demon beast ini setara dengan grandmaster untuk sebutan manusia. Tak ada peluang untuk menang. Bahkan ranah yang setingkat dengannya, belum tentu dapat dia lawan, namun kini, dihadapannya, berdiri binatang iblis dengan ranah jauh diatasnya.

Binatang iblis itu yang telah menyadari kehadirannya, menoleh perlahan. Mata merah menyala penuh amarah menatap langsung ke arahnya. Nafas panas yang mengandung energi iblis menyapu tubuh Ling Mei, membuat bulu kuduknya berdiri.

Makhluk itu mulai bergerak dengan cepat, cakar tajamnya bersiap menerkam. Ling Mei menelan ludah, bersiap menghindar, tapi tiba-tiba...

Gerakannya terhenti.

Binatang iblis itu mendongak ke langit, seolah merasakan sesuatu. Ling Mei masih gemetar, bingung dengan apa yang terjadi, tapi sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, sebuah suara langkah terdengar di belakangnya.

Ia menoleh dan melihat Yin Yue berjalan mendekat dengan wajah pucat.

Ling Mei mengikuti arah mata Yin Yue memandang. Namun, saat matanya bergerak ke sekeliling, tubuhnya kembali menegang.

Mereka dikelilingi.

Puluhan, bahkan ratusan binatang iblis berukuran raksasa telah mengepung mereka dari segala arah. Aura mereka begitu kuat hingga udara terasa semakin berat. Ranah mereka semua sangat tinggi, jauh di luar kemampuan mereka berdua.

Wajah Yin Yue sedikit pucat, tapi ekspresinya tetap tenang. "Kita tidak bisa kabur," katanya dengan suara bergetar.

"Aku tidak akan menyerah begitu saja," Ling Mei menimpali, matanya menyipit tajam. "Jika harus mati, setidaknya kita harus mati melawan."

Ling Mei mengepalkan pedangnya erat-erat. Ia tidak mau mati, tapi tidak ada pilihan lain. Ia menarik napas dalam, lalu menghunus senjatanya.

Binatang iblis mulai bergerak.

Ling Mei dan Yin Yue mempersiapkan jurus mereka, energi mulai berkumpul di tangan mereka masing-masing.

Tapi sebelum mereka sempat bergerak...

BOOM!

Beberapa binatang iblis di depan mereka tiba-tiba terlempar ke udara, tubuh mereka hancur seketika.

Ling Mei terbelalak. "Apa yang terjadi?"

Mata mereka berdua mengikuti gerakan cepat yang baru saja melintas di depan mereka. Dan di sana... berdiri seorang pemuda yang mereka kenal, sedang bertarung melawan binatang-binatang iblis tersebut.

"Xiao Ling..." kata mereka pelan.

Tapi... ini bukan pertarungan. Ini pembantaian.

Dengan setiap pukulan yang dilepaskannya, beberapa binatang iblis langsung mati. Tubuh mereka meledak tanpa bisa memberikan perlawanan sedikit pun. Tidak peduli ranah mereka, entah itu foundation beast yang setara master foundation untuk manusia, demon beast, semua terbunuh dalam sekali serang.

Demon beast yang menjaga pintu formasi menuju lapisan ketiga mengamuk dan mengeluarkan serangan bola api ke arah mereka, dengan cepat Lynx bergerak dan dengan santai memukul udara kosong, menghasilkan gelombang udara yang menghantam serangan bola api hingga meledak dan gelombang serangan itu

Ling Mei dan Yin Yue menatap tak percaya.

Pemuda di depan mereka ini... dia bukan manusia biasa. Bahkan mereka tidak yakin jika tingkat immortal, tingkatan terkuat yang mereka ketahui, bisa melakukan hal itu.

Namun Yin Yue segera sadar. Jika Xiao Ling memang sekuat ini, maka dia harus bergerak cepat. Tidak ada cara untuk menghadapi monster seperti dia.

Saat Lynx masih sibuk membasmi ratusan binatang iblis yang datang menyerang, Yin Yue menggertakkan giginya. Ia tidak bisa membiarkan kesempatan ini hilang.

Tanpa ragu, ia mengaktifkan artefak teleportasinya. Dalam sekejap, tubuhnya menghilang, langsung menuju lapisan ketiga, menuju arah fragmen senjata iblis.

Ling Mei menatap Lynx dengan mata terbelalak, mulutnya terbuka, tapi tak ada suara yang keluar. Pemuda yang selama ini diremehkan, yang selalu dianggapnya sebagai orang yang tidak pantas berada di dunia ini, ternyata... memiliki kekuatan yang mengerikan. Dia, yang dulu dipandang sebagai orang yang tidak mungkin mampu mengalahkan Luo Zhen, kultivator grandmaster yang menculik istri walikota, sekarang berdiri di hadapan mereka, membunuh ratusan binatang iblis dalam waktu singkat.

Ling Mei merasa tenggelam dalam kebingungannya. Bagaimana bisa? Bagaimana mungkin pemuda yang dianggap lemah dan bahkan dihina itu begitu kuat?

Dia berpikir, bahkan jika seluruh tetua di Sekte Api Langit bersatu, tidak ada yang akan mampu menghadapi kekuatan Lynx. Bahkan jika seluruh kultivator terbaik menyerang bersama, mereka pun tak akan mampu menghadapinya. Dia sangat mengetahui, untuk menghadapi binatang iblis yang tingkatan sama, di perlukan beberapa orang kultivator untuk menghadapinya, karena binatang iblis pada umumnya memiliki kemampuan alami sebelum menyerap energi qi.

Dengan sekali pukul, setiap binatang iblis yang datang ke arahnya hancur dalam sekejap. Tidak ada energi Qi yang terlihat. Tidak ada teknik apapun. Hanya kekuatan fisik luar biasa yang tak terbayangkan sebelumnya.

Lynx melangkah mundur sejenak, matanya menyipit tajam. Seketika, ia berhenti memukul. Namun, Ling Mei hanya bisa memperhatikan dengan cemas, tidak mengerti apa yang terjadi selanjutnya.

Tanpa peringatan, Lynx mengalihkan pandangannya. Kemudian, seolah-olah ada sesuatu yang bergerak di dalam dirinya, sinar halus yang tak terlihat oleh mata manusia meluncur dari matanya. Ling Mei tidak dapat mendeteksi apapun, namun, dalam sekejap, tubuh-tubuh binatang iblis yang mendekat terbelah dua dengan sempurna.

Mereka jatuh ke tanah, tubuh mereka terpotong dengan bekas luka luar terbakar yang terlihat. Seolah-olah sesuatu yang sangat panas dan tajam, bergerak cepat, memotong makhluk-makhluk tersebut dalam sekejap.

Ling Mei terperangah, terkejut dengan apa yang baru saja terjadi. Dia tidak tahu apa yang telah dilakukan Lynx, tapi apa yang ia saksikan jelas, semua binatang iblis yang mendekat hancur tanpa perlawanan. Teknik yang tidak tampak oleh matanya, namun cukup untuk memusnahkan makhluk-makhluk itu hanya dalam sekejap.

Semua binatang iblis yang sebelumnya datang, dengan kekuatan ranah apapun, tewas tanpa kesempatan untuk bertarung.

Ling Mei merasa ketakutan yang belum pernah ia alami sebelumnya. Wajahnya pucat, tubuhnya gemetar. Sinar yang tak terlihat itu adalah sesuatu yang bahkan dia tak dapat pahami, sesuatu yang di luar kemampuannya untuk mengerti.

Ini bukan lagi sekedar pertempuran. Ini adalah pembantaian yang mengerikan. Setiap kali Lynx bergerak, makhluk-makhluk itu tidak memiliki kesempatan untuk bertahan. Dan kini, semua binatang iblis tersebut telah lenyap tidak tersisa.

Ling Mei semakin terperangah, dan perasaan takut semakin menyelimuti hatinya. Di depan pemuda ini, dirinya... dan semua kultivator yang ada, hanya seperti semut yang tak berdaya.

Ling Mei merasa tubuhnya terhuyung, kepalanya berputar. Rasa takut yang belum pernah ia alami sebelumnya merasuki dirinya, membuat kakinya lemas. Dalam sekejap, kakinya tergelincir, dan ia jatuh terduduk di tanah, wajahnya pucat pasi. Nafasnya tercekat, seakan seluruh dunia di sekelilingnya menghilang, hanya ada Lynx yang semakin mendekat.

Ia menatap pemuda itu dengan mata terbuka lebar, tidak mampu mengalihkan pandangannya. Setiap langkah Lynx terasa berat, menggetarkan udara di sekitar mereka. Ada sesuatu yang mengerikan dalam aura pemuda itu, sesuatu yang lebih dari sekadar kekuatan fisik luar biasa.

Lynx berhenti beberapa langkah di depannya. Matanya yang tajam menyapu tubuh Ling Mei, namun ada kilatan kekhawatiran di matanya, sebuah penyesalan yang tersirat begitu dalam, seolah dia merasa bersalah atas ketakutan yang ditimbulkan padanya. Tatapannya penuh dengan kecemasan, seolah ia ingin memastikan bahwa Ling Mei baik-baik saja.

